Bila Engineer Nekat Jadi Pujangga
I. Latar Belakang
Suatu hari Senin, saat otak mengalami jet lag syndrome setelah weekend menikmati konser Ari Lasso & Pinkan sampai jam 2 pagi dan event Big Walk 10.000 langkah di pagi hari, mendadak 3 engineer gemblung mendapat wangsit di siang hari bolong… Dan konsletlah jaringan otak mereka sehingga menelurkan sederetan puisi gila….
II. Bila engineer jatuh cinta
RASA DAN MASA
Rasa adalah sesuatu yg meronta di dalam dada
Rasa adalah pedih, marah dan bahagia
Rasa adalah semua gelora yang aku punya
Rasa adalah semua asa yang kutanam bersama dirinya
Masa adalah rangkaian waktu
Masa adalah saat aku bertemu
Masa adalah saat aku menunggu
Masa adalah saat engkau berlalu
Rasa dan Masa
Terkadang tak berada di kuadran yang sama
Terkadang Rasa terlambat datangnya
Sehingga saat Masa berlalu hanya sesal yg ada
CINTA 3 WANITA
wanita 1 :
cinta adalah…
saat dia tak ada aku mencari sosoknya
saat dia ada aku diam seribu bahasa
cinta adalah…
saat handphone tidak berbunyi
aku berharap dia menghubungi
saat dia berdering nyaring
aku malah menjawab garing
wanita 2 :
cinta adalah…
saat ingin tidur aku membayangkannya…
saat tidur kumimpi ku bersamanya…
saat bangun tidur kutersenyum mengingatnya…
wanita 3 :
cinta adalah…
tema klasik film India….
terungkap saat hujan gerimis tiba…
sambil berdendang lagu bahagia…..
III. Tuhanku bila hati kawanku, terluka oleh tingkah ujarku (KJ 467)
terkadang inginku bercanda..
melepas sunyi yang ada…
tapi kau memasukkannya ke dalam dada
dan membuatmu menjadi seorang yang beda…
ingin ku bergurau lepas…
menghancurkan kepenatan yang mengeras…
bagai anak kecil yang berlari bebas…
lupa diri dengan canda terlewat batas…
dari sanubari terdalam
biarlah kami menghaturkan salam
dan beribu maaf agar tak dendam
agar bisa nanti malam
kami semua menumpang makan…hehehe…
IV. Penutup
Sesudah membaca kembali puisi-puisi kami, sadarlah kami kenapa sejak kecil, orangtua memaksa kami belajar, belajar memaksa kami menghapal, menghapal memaksa kami menghitung, menghitung memaksa kami menganalisa… Kami terpaksa, memaksa otak berkutat dengan angka, memaksa jari terlatih menekan kalkulator, memaksa mata begadang mengerjakan tugas gambar.
Baru siang ini kami sadar, kami ditakdirkan harus belajar, karena kami tidak punya bakat jadi seniman
Reasons why smart people stay single
1. Single means you have the time to grow and be the person you want to be.
2. Single gives you space to grow. It is harder to grow when you are too close to someone.
3. Single means learning to live by your self.
4. Single means freedom.
5. Single means learning not to need a man/woman to make your life meaningful.
6. Single is realizing that being married is not necessarily better.
7. Single means that there could be something wonderful around the corner and you can take advantage of it.
8. Single means you are free to love again.
9. Single means you have more time to care for other people.
10. Single means no one adore you…hehehehe… kasiiiaaan deh looo… (tangan zig zag dari atas ke bawah)
Are You In Love With Someone?
When you are together with that special someone,
you pretend to ignore that person.
But when that special someone is not around, you
might look around to find them.
At that moment, you are in love.
Although there is someone else who always makes
you laugh, your eyes and attention might go only to
that special someone.
Then, you are in love.
Although that special someone was supposed to
have called you long back,
to let you know of their safe arrival,
your phone is quiet.
You are desperately waiting for the call!
At that moment, you are in love.
If you are much more excited for one short e-mail
from that special someone than other many long e-mails,
you are in love.
When you find yourself as one who cannot erase
all the messages in your answering machine because of
one message from that special someone,
you are in love.
When you get a couple of free movie tickets, you
would not hesitate to think of that special someone.
Then, you are in love.
You keep telling yourself, “that special someone
is just a friend”, but
you realize that you can not avoid that person’s
special attraction.
At that moment, you are in love.
While you are reading this page, if someone
appears in your mind,
then u are in love with that person.
Flashback to the past : SOLO berseri
Dengan deg-degan aku naik taxi ke bandara. Bukan deg-deg-an karena sekarang musim perampokan taxi, tapi deg-degan karena aku dapet taxi blue bird yang bukan tarif lama, duh berapa bayarnya yaa?hihihi…
Sampe dibandara ketemu sama temenku, check in, trus beli Koran Kompas buat dibaca-baca sambil nunggu. Sesudah masuk pesawat sekitar jam 8.30, Cuma dikasih air putih aja, produk Frutang (duuh kangen sama jaman dulu waktu naik pesawat masih dikasih menu lengkap). Sedotannya susah dibuka, tapi bentuk gelasnya bagus (hehe… meaningless statement). O iya pesawatnya adam air yang belum lama kecelakaan nyemplung laut dan patah. Serem ya. ThanX God everything’s running well.
Pertama kali aku menginjak bandara Solo. Selama ini jangankan masuk, lewat aja belum pernah… maklum jaman mahasiswa andalannya Cuma kereta J Istirahat sebentar terus kita jalan keluar untuk lunch. Kita naik becak ke Rumah Makan Adem Ayem yang direkomendasiin di majalah Tamasya. Tarif becaknya 10rb, kayaknya kemahalan deh.. Tapi gpp deh, amal sama tk becak, kan mereka pekerja keras. Di Adem Ayem, temenku pesen nasi gudeg sama es beras kencur, aku pesen timlo sama es kelapa. Rasanya biasa aja kataku. Kata temenku enak, waah dia pasti blm pernah nyicipin gudeg nyokap deeh.. pasti katanya enak banget…
Dari situ naik bis, rencananya turun di belakang kampus terus naik becak. Tapi aneh bin ajaib becaknya banyak, abangnya nggak ada. Tukang becak pada demo atau mereka istirahat missal yaa??? Jadi kuajak aja temenku jalan kaki ke kost2anku yang ke-4 : Arlin. Aneh bin ajaib nggak ketemu!! Aku sampe bolak-balik ke jalan yang sama. Nggak enak banget rasanya menyesatkan orang. Untung kost yang ke-3 ketemu, namanya Sari, tapi ada ibu kostku, aku takut dia apal wajahku, malas basa-basinya aja. Dari situ jalan lagi. Sampe kampus (pasti anak2 kagum kalo aku ceritain aku jalan kaki dari tugu pedaringan sampai kampus) aku nggak kuat lagi, sepatuku yang harganya 1/6 gajiku itu (hehe.. ini sepatunya yang keterlaluan mahaknya atau gajiku yang keterlaluan murahnya ya?) nggak menjamin buat jalan nyaman. Jadi temanku dengan baik hatinya balik dan mbeliin sendal jepit untukku. Padahal dia harus nyebrang jalan panas-panas tuh. Nggak Cuma sendal jepit, dia juga beliin aku aqua, kripik singkong sama es krim… Aduuh menyenangkan banget deh jalan kaki sambil ngemil, oh iya aku juga beli kue lekker.. Hmm yummy.. Itu kue kyk crepes mini yang dikasih potongan pisang raja, gula palem, dan coklat …aku bisa habis banyak banget. Aku tunjukkin fakultas-fakultasnya, dan sempet foto-foto (dasar banci foto..gak bisa liat kamera sedikit)… Diliatin orang, dia cuek aja, aku malu juga.. kalo ketemu orang yang kenal gimana? J
Sampe belakang kampus (pasti temen2ku tambah kagum, kalau tahu aku jalan kaki dari depan kampus ke belakang kampus), aku lewatin kos pertamaku yang nggak ada namanya. Tapi udah disewain untuk usaha. Thn 1995 aku kos disana 300.000/tahun (excl listrik dan PAM, murah banget ya? Cuma 25.000/bulan, ya iyalah lha wong nasi telur jaman itu Cuma 450.. haha.. That’s why aku tambah nduth disitu karena makanan murah banggeetss.
Abis gitu lewat kostku yang kedua, waktu itu kostnya baru gress, bekas kuburan, jadi temen2ku suka digangguin hal-hal mejik gitu..bukan mejikuhibiniu tapi magic.. bukan ketok magic tapi magis..halah pake dibahas,
Pas pulang naik bis lagi. temenku ketiduran. Lucu banget liatnya, habis panas2 dan gerah2 dia sempet2nya ngorok! J Udah gitu aku lupa rute bisnya ternyata nggak lewat Ps Klewer and Singosaren. Tapi lewat Jl Veteran. Jadi kita ikut bisnya sampe Purwosari turun and ganti bis buat pulang. Lucu banget sih, kota sekecil itu bisnya punya rute ujung yg sama (Katrosuro-Jebres) tapi rute tengah-tengahnya lain semua!!
Pulang, rasanya pasti badan udah pegel, bau matahari and asin banget J Jadi mandi, sempet males-malesan sambil liat TV trus keluar untuk makan malem. Aku naik Taxi ke GOR Manahan, tempat nongrong kita di masa silam. Ternyata warung si Kumis udah pindah ke samping stadion. Warung Kumis itu adalah warung HIK (=Hidangan Indonesia Kampung), dengan ciri khas nasi kucing yaitu nasi sedikiit, bandeng secuil dan sambel yg enaak bgt. Pelengkapnya macem-macem tinggal pilih, ada burung puyuh, ada beragam jeroan, ada tempe bacem, tahu, sosis solo, sate kerang, sate usus, sate telur puyuh, ceker, wah pokoknya enak-enak deh. Minumnya biasanya susu segar, atau teh poci. Ada juga pisang owol yaitu pisang goreng yang dibakar trus ditaburi meisis, keju…hmmm…
Pulangnya sempet mampir ke Solo Grand Mall. (Pas jalan naik Taxi, aku jadi kepikiran kenapa tadi siang nggak naik Taxi ya? Bener-bener nggak kepikir. Bener2 bad guide nih!). Pulangnya naik becak, abangnya nawarin 8.000, kutawar 7ribu. Haha…meaningless banget selisihnya, temenku sampe ketawa, katanya mending nggak usah nawar… Hehe… Abis pertama aku nggak tahu bahasa jawa untuk angka2, kedua kupikir udah murah aja, tadi pagi ke Adem Ayem yg lebih deket aja 10ribu, kalo sekarang Solo Grand Mall yg lebih jauh 7ribu murah doonk? J
Mungkin karena kecapekan jalan kaki sepanjang jalan, jadi malemnya langsung tidur. Padahal di Solo kalau mau hunting makanan dr tengah malam sampe subuh juga ada. Paginya kita skip jatah makan di hotel, tapi kita breakfast di Timlo Sastro, kakaknya Dian Sastro J . Rasanya enaak bgt, lebih enak dari timlo di Adem Ayem, Semacam sup lengkap dengan rempela ati, sosis solo, telur pindang, hmmm yummy… Pulangnya beli Koran Kompas, nyesel deh baca kompas karena ada liputan makan gudeg ceker di Solo yang bukanya jam 12 malam… Aduuh kenapa semalam nggak bunyiin alarm ya?
Dari sarapan kita mampir cari oleh oleh ke toko Varia, sempet lewat Klewer liat batik-batik, trus lewat Keraton dan Singosaren. Ternyata toko Varia nya tutup jadi beli di pedagang sekitar. Harganya Rp 26.000 (Siapa tahu balik lagi ke Solo, bisa cek harganya kalo beli langsung di Varia). Pulang trus packing. Jam 12 udah dijemput tukang taxi. Kita makan siang dulu rencananya di Es Masuk, tapi aku lupa tempatnya, abangnya juga nggak tahu, Jalan disini mirip2 bentuknya. Semua nembus ke Slamet Riyadi tapi bingung di posisi jalan yg mana. Sebetulnya ada juga toko oleh-oleh yang cukup terkenal di Solo, yaitu toko Orion, makanan khasnya Roti Mandarin, sama dengan Roti lapis Surabaya. Tokonya udah berdiri lama banget.. tapi kataku sih harga rotinya lumayan mahal
Akhirnya makan di soto Gading. Kataku biasa banget, soalnya pilihan menunya Cuma soto. Tapi pelengkapnya macem-macem, ada sate, ada telur pindang, ada sosis solo dan beragam gorengan.
Akhirnya dari soto Gading berbekal 5 sosis solo, kita berangkat ke Bandara. Sampe bandara, masih sepi, lampu belum dinyalain (pas aku mau baca Koran baru lampu2 dinyalain), bahkan kita bisa lewatin scanner bagasinya. Mungkin karena petugasnya belum ada. Nunggu sekitar 1 jam baru deh mulai ada aktivitas. Lucu deh, bandara tapi lebih kecil dan sepi dari stasiun. Sempet cek harga Abon Varia di toko oleh2 eh disini 35.000, wah bisa untung 9ribu nih J Sampe ruang tunggu dalam, ngisi TTS, ngemil jeruk, sosis dan keripik sisa napak tilas kemarin. Hujan besar banget, pesawatnya sempat delay 30 menit-an. Jadi kita berangkat jam 4.30 pas hujannya reda. Kita naik Lion, sama-sama Cuma dikasih air putih, Cuma bedanya ini produksi Prima, trus di Lion kursinya 2-3 bukan 3-3, trus bau pesawatnya selalu nggak nyaman di hidung, pramugarinya kayaknya di Lion cakepan, dengan rok panjang semata kaki tapi belahannya sepaha. Model yang riskan karena kalau ada apa-apa, roknya lebih ribet dan lebih gampang robek dibanding rok mini biasa. J
Akhirnya sampai Jakarta juga. Not perfect tour, tapi senang sekali bisa me-rewind kenang2an jadul… J
WELCOME to SOLO, Have a Nice Day!!
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
Mei 2, 2008
April 21, 2008
April 21, 2008